FINGERPRINT ANALYSIS HADIR UNTUK ANDA

Kenali Working Style dengan Fingerprint Analysis

Kerja Tim Mengoptimalkan Bakat Anda

Pernahkan Anda bekerja sama dalam satu tim? Jika pernah, apakah Anda pernah kesal karena kawan Anda dianggap tidak becus dan membebani tim? Atau, jika Anda menjadi atasan, pernahkah ada sering jengkel dengan ulah staf Anda yang tidak bisa bekerja sesuai standart kerja Anda? Staf Anda yang tidak bisa bekerja sesuai standar kerja Anda? Staf Anda itu terus melakukan kesalahan berulang yang dianggap menjadi kebiasaan yang buruk? Akhirnya, apa yang terjadi? Anda memberi label negatif kepada kawan atau staf Anda yang dianggap tidak bisa diandalkan dalam bekerja sama.

Tunggu dulu! Jangan cepat menghakimi orang. Manusia sering kali mudah memberi label negatif kepada orang yang tidak sepaham dengannya. Daripada menghabiskan energi terseret dalam konflik dalam tim lebih baik, sebaiknya Anda mulai berpikir ulang bahwa terjadi sesuatu yang salah di dalam tim. Barangkali, Anda juga menyuumbangkan kesalahan sehingga membuat kawan atau staf Anda selalu salah di mata Anda. Mata Anda menjadi tidak peka untuk menangkap kejernihan potensi tersembunyi dari orang tersebut. Padahal, setiap orang memiliki keunikan working style yang berbeda, termasuk Anda.

Perhatikan dalam satu tim kerja, adakah orang yang memiliki kemampuan manajerial yang baik? Ciri-cirinya adalah iabegituterampil menata dan menaruh barang ditempat yang seharusnya. Ia tidak pernah membiarkan ceceran kertas berserakan setelah bekerja. Ia selalu mudah mengatur jadwal kerja orang dengan baik atau mengurus prosedur kerja dengan sangat apik. Coba tanyakan jadwal liburan kepadanya? Biasanya, mereka sudah memiliki well plan jauh-jauh hari. Mereka tidak suka hal-hal yang mendadak. Mereka mampu mengatur jadwal harian mereka dari pagi hingga malam. Bahkan, dalam satu waktu, mereka bisa mengerjakan banyak tugas dalam satu waktu sambil bisa membuat prioritas pekerjaan.

Sebagai contoh, dalam kehidupan sehari-hari, sambil menelepon dengan satu tangan, ia masih bisa menulis dengan tangan yang lain, atau sambil memasak ia masih bisa main Facebook tanpa lupa menengok masakannya supaya tidak gosong. Orang yang seperti itu cocok dengan jenis pekerjaan manajerial untuk menjadi sekretaris atau manajer yang terampil menata struktur organisasi. Bahkan, penulis pernah bertemu dengan manajer artis yang piawai mengatur jadwal show sang artis dalam satu hari yang padat tanpa bentrokan jadwal.

Amati Tipe Kerja Orang dilingkungan Anda

Coba Anda temukan lagi adakah orang yang sembrono dalam mengatur barang-barangnya, misalkan sering lupa menaruh handphone atau kunci mobil? Namun, ia dapat diandalkan pada saat kritis untuk mengambil keputusan strategis. Ia mampu merumuskan ide konseptual hanya dalam hitungan singkat, sementara orang lain masih harus mencerna lama dalam hitungan jam. Bhkan, ia tak ragu mengambil risiko mengambil keputusan cepat disertai kalkulasi logika yang akurat. Kalau begitu, ia cocok dijadikan leader, tetapi jika ia memiliki kemampuan manajerial yang rendah, sebaiknya ia perlu sekretaris andal untuk mengatur hal-hal yang bersifat prosedural.

Atau, pernahkan Anda menemukan orang yang tidak suka berkutat lama-lama untuk merumuskan ide dan alergi duduk metting seharian. Ia mudah jemu dan lebih suka mendapat daftar tugas yang pasti dan terperinci sehingga ia langsung dapat mempraktikkan di lapangan. Tak urung, ia bisa melakukan kesalahan menjalankan instruksi, tetapi di satu sisi, ia memiliki banyak energi untuk belajar dari kesalahan yang ia lakukan di lapangan dan langsung memperbaikinya di tempat. Ia penganut konsep pengalaman adalah guru yang terbaik. Dengan gaya seperti itu, ia cocok melakukan tugas teknis operasional karena akan lebih mudah baginya mendapatkan contoh langsung untuk dipraktikkan.

Amati lagi lingkungan Anda dengan jeli, adakah orang yang selalu mudah bekerja sama dengan siapa saja. Ia bisa mencairkan suasana hati orang yang sedang marah, sama baiknya dengan mencairkan kebekuan orang yang pendiam. Pokoknya, ibarat istilah “Nggak ada lo nggak rame”. Nah, tipe seperti itu memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Biasanya, ia senang mengobrol dan mau jadi pendengar yang baik. Ia bersedia mendengarkan curhat orang sampai berjam-jam lamanya dan mampu merespons dengan tepat sesuai yang diharapkan lawan bicaranya. Dengan gaya seperti itu, ia cocok dijadikan humas atau mediator saat tim kerja sedang mengalamikonflik. Ia pandai mengolah kata-kata menjadi kalimat berbunga untuk menyenangkan hati orang.

Ada lagi jenis orang yang dalam kondisi apapun mamapu bertahan. Ia peka melakukan pengamatan terhadap perubahan situasi dan selalu memiliki kebutuhan untuk mengikuti perkembanagan terbaru. Ia akan banayak melakuakan skenario rencana dan biasanya, tidak suka membuat solusi yang bersifat tunggal. Biasanya, ia mampu melihat celah dari setiap kesulitan dan selalu bisa mencari jalan keluar dalam kondisi sesulit apapun. Perubahan tren di dunia luar menjadi panduannya dalam mengambil keputusan untuk memprediksi. Ia bisa dengan tepat membaca momentum untuk mengambil tindakan. Dengan gaya seperti itu, ia cocok dijadikan problem solver untuk mengatasi situasi yang unpredictable.

Berdasarkan hal yang telah dibahas, tentunya kita tahu bahwa setiap orang memiliki working style yang berbeda-beda dalam menangani tugas tertentu.

Dimanakah kira-kira letak bakat working style Anda? Apakah Anda memilii dominasiworking style yang bersifat tunggal? Ataukah Anda memiliki kombinasi beberapa dari tipe working style yang telah disebutkan? Anda bisa menganalisisnya sendiri melalui sidik jari Anda. Kemudian, cocokkanlah hal itu dengan informasi genetik dari fingerprint analysis untuk mendeteksi working style Anda yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.