Prinsip dasar konsep dan pemahaman tentang Coaching

Prinsip dasar konsep Coaching – Definisi Coaching

‘Coaching is unlocking a person’s potential to maximize his or her own performance. Its helping them to learn rather than teaching them’

Coaching adalah membuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya. Proses ini cenderung membantu mereka untuk berlajar daripada mengajari.

-Sir Jhon Whitmore, ‘Coaching for Performance’

icf_logo1

International Coaching Federation (ICF) juga memiliki definisi tersendiri bahwa:

“Coaching is partnering with clients in a thought-provoking and creative process that inspires them to maximize their personal and professional potential”-

Coaching dijabarkan sebagai bentuk kemitraan bersama klien (Coachee) dalam proses menstimulasi pemikiran dan proses kreatif untuk memaksimalkan potensi pribadi dan professionalitas mereka.

“Coaching  is a powerful technique of listening and questioning that enables a person to gain awareness and identify where they want to be, where they are now, what options they have to move forward and what they will actually do to move forward”-

Coaching adalah teknik yang kuat untuk mendengarkan dan bertanya, yang menyadarkan seseorang dan membuatnya bisa mengidentifikasikan diri ingin menjadi seperti apa, dimana mereka sekarang, apa pilihan yang mereka miliki untuk maju dan apa yang harus mereka lalukan untuk maju” -Natalie Ashdown ‘Bring out Their Best’

Mengapa Coaching diperlukan?

Coaching saat ini sangat diperlukan, digunakan menjadi salah satu model pendekatan dalam membantu pengembangan potensi manusia.

  • Perubahan yang cepat pada lingkungan bisnis eksternal secara lokal maupun global.
  • Downsizing, restructuring, mergers dan perubahan organisasi yang radikal, yang membuat pendekatan manajemen tradisional manjadi tidak optimum lagi pengunaannya.
  • Pertumbuhan ‘pool of talents’ yang lambat dan kesulitan dalam menarik dan mempertahankan top talent, sehingga perusahaan harus berkomitmen dalam pengembangan individu.
  • Terdapat celah yang luas antara apa yang telah dilatih sebelumnya pada manager, dengan kenyataan dinamika pertumbuhan bisnis yang tinggi, yang menuntut para manager untuk mengingkatkan kembali performa kerja untuk dapat berkompetisi.
  • Terdapat kegelisahan dari sebagian besar pekerja dan pemimpin organisasi yang bergelut dengan kekhawatiran tentang Job insecurity, dan tekanan yang meningkat untuk terus-menerus menumbuhkan performa kerja.

Reading & Discussion

Personal Coaching : A Model For Effective Learning

Kerryn Griffiths, Center for Learning Innovation, Queensland University of Technology, AUSTRALIA

Learning Theory in Coaching

Pengaruh teori belajar telah ada dalam beberapa studi coaching serta literatur terkait dengan teori coaching lainnya. Coaching telah diartikan untuk mendorong dan hal ini didukung oleh filsafat teori pembelajaran orang dewasa dan teori dalam pembelajaran sepanjang masa (Hurd, 2002; Grant, 2001; Persleo, 1992; Skiffington & Zeus, 2003; Wilkins, 2000). Coaching juga berperan dalam area yang cukup besar pada teori mentoring (Persleo, 1992; Zachary, 2000). Ketika menjelajahi proses dan efek dari coaching, pengalaman belajar juga sering dijadikan pembahasan (Hurd, 2002; Hudson, 1999; Kopf & Kreuze, 1991). Akhirnya, di samping penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah dan self-directed learning, pembelajaran transformasional terlihat berkembang melalui proses coaching. (Duff, 2002; Hargrove, 2003).

Adult Learning Theory and Lifelong Learning

Kerangka dan proses dimana coaching terjadi, menyelaraskan baik dengan teori belajar dewasa dan sepanjang masa. Bekerja melalui orientasi pada tujuan, mandiri dan aktif menghubungkan antara pembelajaran baru dan pengalaman hidup, seperti dalam pembelajaran orang dewasa, coaching mengarahkan pada kebutuhan individu untuk mengetahui, menyadari dan mempersiapkan diri untuk belajar. Sebuah pemikiran dan teori pembelajaran orang dewasa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *