Tidak Naik Kelas adalah Aib

anak cerdas, anak terampil, naik kelas, pendidikan, psikologi pendidikan, sekolah di malang, tidak naik kelas, training di jatim, training di malang, training Pendidika

Tidak Naik Kelas adalah Aib

Training psikologi

Training guru

Dalam sebuah training guru-guru di Situbondo Jatim pada 8 Agustus 2010 ada sebuah pertanyaan dari peserta: “Adik saya tidak naik kelas, kami sekeluarga sangat malu, terutama Ayah saya, beliau merasa kalau tidak naik kelas adalah aib bagi keluarga, sampai-sampai adik saya tertekan dan ingin lari dari rumah. Apa yang sebaiknya saya lakukan….?!”

Saudara, semua orang tentu tidak ada yang mau dianggap bodoh, tidak mampu, tertinggal, dan sebagainya. Namun kadang ada sebuah kondisi yang bisa memposisikan seseorang dalam keadaan di atas: tertinggal atau tidak naik kelas. Bisa jadi seseorang tidak naik kelas bukan karena dia bodoh atau tidak mampu tapi karena standar yang terlalu tinggi di kelas atau sekolah tersebut, bisa jadi karena like and dislike guru dan wali murid pada siswa tersebut, bisa jadi karena kondisi keluarga yang kurang mendukung, atau karena kondisi si anak yang lagi labil, dan lain sebagainya.

Singkat kata, menganggap tidak naik kelas adalah aib hanyalah sebuah persepsi yang salah. Harusnya kita lebih bijaksana ketika mendapati seorang siswa yang tidak naik kelas. Harusnya kita beremphati dengan keadaannya, mengajarinya agar ikhlas dan lapang menerima keadaan, memotivasinya untuk bangkit berusaha lagi, dan membantunya untuk mencari solusi yang terbaik buat kedepannya.

Bisa jadi si anak tidak naik kelas bukan karena kebodohannya, tapi karena dia lebih mahir dalam ketrampilan daripada keilmuan. Sementara sekolah di negeri ini miskin penghargaan terhadap ketrampilan siswanya. Padahal kelak ketika mereka menjalani kehidupan ini, ketrampilan jauh lebih bisa menghidupi mereka dibanding pengetahuan. Bukankah banyak anak yang nilai dan peringkatnya bagus di sekolah tapi ternyata nilai dan peringkatnya buruk dalam aplikasi di kehidupan ini.

Bukan bermaksud mengabaikan pentingnya ilmu pengetahuan, namun penilaian prestasi siswa hanya dengan berdasarkan pengetahuan adalah pembonsaian terhadap pohon-pohon unggul penyelamat kehidupan. Jadi, tidak naik kelas adalah aib…? Siapa bilang…?!

by TIPS Indonesia : lembaga training SDM dan outbound profesional di Jatim

http://tips-indonesia.com/guru-yang-tak-berguna
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply