Untuk mengetahui minat dan bakat seseorang tidak cukup hanya dengan dikira-kira. Diperlukan beberapa cara untuk mendeteksinya. Semakin banyak cara yang dipakai maka akan semakin lengkap referensinya sehingga diharapkan bisa semakin mendekati data yang sebenarnya.

test-personality-staff-kementrian-PU-Jakarta

test-personality-staff-kementrian-PU-Jakarta

Mengapa minat dan bakat seseorang perlu diketahui sejak dini? Sebenarnya pertanyaan ini sangat mudah dijawab karena jawabannya sudah ada di dalam diri kita masing-masing. Dengan mengetahui minat dan bakat seseorang sejak dini, tentunya kita akan punya gambaran yang lebih utuh tentang apa-apa yang harusnya menjadi prioritas untuk dipelajari dan dikembangkan, kursus apa yang seharusnya diikuti, jurusan apa yang seharusnya dipilih, kegiatan apa yang seharusnya diikuti, pekerjaan apa yang seharusnya ditekuni, dan sebagainya.

Contohnya, ketika kita tahu seorang anak mempunyai minat dan bakat di bidang visual spasial, maka yang harusnya menjadi prioritas untuk dipelajari dan dikembangkan adalah yang berkaitan dengan gambar bentuk dan bangun, kursus yang seharusnya diikuti misalnya komputer dan desain grafis, jurusan yang seharusnya dipilih antara lain teknik arsitektur atau teknik sipil atau desain komunikasi visual, kegiatan yang seharusnya diikuti adalah klub desainer, pekerjaan yang seharusnya ditekuni adalah menjadi seorang arsitek atau desainer produk, dan sebagainya.

test-psikologi-siswa-siswi-SMA

test-psikologi-siswa-siswi-SMA

Pendek kata, kenapa bangsa Indonesia jauh tertinggal dari bangsa-bangsa lain? Padahal SDM dan SDA kita buanyak sekali?  Salah satu jawabannya adalah karena kita tidak fokus untuk menggali dan mengembangkan minat dan bakat anak-anak bangsa ini sejak dini. Anak-anak bangsa ini sudah terlalu lama dibebani dengan berbagai kurikulum yang seringkali tidak terlalu dibutuhkan. Sehingga anak-anak bangsa ini jadinya juga setengah-setengah, minat dan bakatnya tidak terasah, beban kurikulum yang diberikan dikuasai ala kadarnya.

Bagaimana di luar negeri? Jepang misalnya. Sejak kecil anak-anak di sana sudah biasa diajari untuk menemukan minat bakatnya, dibimbing untuk memaksimalkannya, diarahkan agar profesinya tidak menyimpang dari minat dan bakatnya. Sehingga kurikulum di sana juga dibuat seramping mungkin, Jepang fokus pada life skill bukan hanya knowledge.

Mohon do’anya agar pelaksanaan test dan training Multiple Intelligence (8-10 kecerdasan anak berdasarkan minat dan bakatnya) di Tabanan Bali dan berbagai kabupaten di sana bisa berjalan dengan SUKSES, agar generasi bangsa ini semakin percaya diri untuk bisa berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia. INDONESIA BISA….!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

This Post Has 3 Comments

  1. fahmi

    mohon info cabang di malang ada tidak?
    saya boleh minta proposalnya tentang test and training minat dan bakat?mohon dikirim via email atau ke:
    bend sigura-gura VI/19 kav20 Malang.

    saya berminat sekali untuk training ini.trims

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *