Mencari peta bakat ibarat mencari arah mata angin hidup Anda.

                Mengapa mencari bakat menjadi sesuatu hal penting? Secara alamiah, manusia diberikan naluri untuk mengenali dirinya sendiri. Sebenarnya, pertanyaan-pertanyaan filosofis yang dimulai dari “Siapa saya?” mengantarkan setiap manusia untuk mencari potensi kekuatannya. Semua itu merupakan upaya panjang manusia mengenali potensinya berupa “bakat” yang diberikan oleh Tuhan untuk mengaktualisasikan diri. Tuhan memberikan bekal kepada kita melalui kemampuan menurun dalam bentuk bakat sebagai alat untuk bertahan hidup. Tugas kitalah sebagai manusia adalah mengenali bakat agar kita tidak tersesat dalam menjalani hidup.

                Pembagian fungsi-fungsi otak yang memiliki peran berbeda menyebabkan adanya perbedaan fungsi otak yang lebih dominan berkembang. Perbedaan kekuatan fungsi ota itulah yang menyebabkan perbedaan kekuatan bakat pada setiap orang.

                Pembagian area bakat tersebut dihubungkan dengan area lobus cerebal yang terdiri dari bagian berikut.

  • Lobus pre-frontal (pre-frontal lobe), sebagai pusat koordinasi fungsi asosiasi
  • Lobus frontal (frontal lobe), sebagai pusat koordinasi fungsi analisis
  • Lobus parietal (parietal lobe), sebagai pusat koordinasi fungsi motorik
  • Lobus temporal (temporal lobe), sebagai pusta koordinasi fungsi pendengaran
  • Lobus occipital (ptical lobe), sebagai pusat koordinasi fungsi penglihatan

Interpretasi mengenai potensi keahlian yang paling responsive (talent) akan mengungkap mengenai potensi bakat seseorang. Hal yang diperhatikan adalah nilai sensitivitas dan responsivitasnya. Untuk pembagian area bakat, ada banyak tipologi bakat yang bisa digunakan. Teori multiple intelligence oleh Howard Gardner merupakan slaah satu teori yang mempermudah kita memahami pembagian area bakat ini. Dalam hal ini, metode analisis sidik jari lebih kea rah penentuan potensi area yang dapat dikategorikan sebagai bakat genetis.

           Penelusuran bakat merupakan langkah mencari nilai persentasi distribusi asensitivitas dan responsivitas koneksi neuron diarea lobus-lobus cerebral tersebut.

     Berikut ini teori multiple intelligence yang dikemukakan oleh Howard Gardner. Teori ini membagi area bakat menjadi beberapa bagian berikut.

  • Linguistic
  • Musical
  • Logika matematika
  • Visual Spatial
  • Body Kinestatik
  • Naturalis
  • Interpersonal
  • Intrapersonal
  1. Kecerdasan Linguistik
    Bakat orang dengan kecerdasan ini terletak pada kekuatan bahasa verbal dalam penyampaian gagasan, baik dengan membaca, menulis maupun berbicara. Orang dengan bakat ini juga terampil berdebat karena dapat menganalisis sesuatu hanya dengan mendengar melalui unsur permainan semantik dan kata. Ia juga memiliki kemampuan didalam,mengklasifikan ekspresi tata bahasa yang sistematis sekaligus memiliki ketajaman untuk menyerap sekaligus membedakan akurasi makna kata.
  2. Kecerdasan Musikal
    Bakat orang yang memiliki kecerdasan musical terletak pada kepekaan dalam menyerap bunyi-bunyian menjadi unsure irama yang mengandung nada tertentu dalam bentuk melodi. Ia mudah membuat lirik lagu hanya dengan menghafal kata-kata yang disertai irama dan melodi. Ia juga bisa menangkap nada sumbang yang tidak sesuai dengan tempo dan irama lagu. Selain itu, ia juga mudah belajar memainkan alat music dan jika kemampuan ini diasah, sensenya di dalam bermain music akan semakin tajam
  3. Kecerdasan Logika – Matematika
    Orang dengan bakat seperti ini memiliki kekuatan dalam persoala logika dan analisis, termasuk menguraikan soal-soal hitungan dengan dasar logika. Ia mampu menerjemahkan soal cerita yang mengandung unsure hitungan untuk diuraikan dan dipecahkan ke dalam bentuk persamaan angka. Ia juga mampu menemukan solusi yang tidak bersifat tunggal dengan melakukan manipulasi alternative solusi yang kaya dalam proses berpikirnya. Kemampuan melakukan manipulasi menuntut kemampuan logika berpikir. Hal itu tidak selalu analisis logis untuk mencari hubungan sebab akibat dari hubungan antar informasi.
  4. Kecerdasan Visual Spasial
    Orang dengan bakat spasial memiliki ketajaman melihat celah dalam pengamatan yang membuatnya mampu menciptakan kekuatan imajinasi dengan membayangkan atau merekonstruksi gambaran mental yang hidup. Ia mampui mengenali bentuk dimensi ruang dan menciptakan ide-ide imajinatif dalam menghasilkan karya. Sering kali, ia mampumenciptakan solusi-soludi alternative dengan kekuatan imajinasi yang tidak terbatas ruang dan waktu.
  5. Kecerdasan Body Kinestatikorang dengan bakat seperti ini memiliki kemampuan motorik kasar atau motorik halus. Individu yang memiliki kemampuanmotorik kasar memiliki kebutuhan ruang gerak yang besar. Ia akan tangkas dan cekatan mengoordinasikan gerakan otot dalam melompat, berlari, atau mempraktikan keterampilan fisik. Sementara itu, orang yang memiliki kemampuan motorik halus memiliki responsivitas dengan gerakan halus yang menekankan pada kepekaan yang bersifat sentuhan dan perabaan. Seni melipat origami atau pembuatan miniature dari bentuk replica aslinya merupakan salah satu contoh pekerjaan yang memerlukan keterampilan momtorik halus yang tinggi.
  6. Kecerdasan Naturalis
    Orang dengan bakat kecerdasan naturalis memiliki kepekaan untuk mengobservasi alam sekitar, flora dan fauna, secara mendetail. Selain itu, ia juga memiliki keterkaitan dengan alam dan mampu membaca segala fenomena alam berdasarkan tanda-tanda yang dapat diamati secara visual.
  7. Kecerdasan Interpersonal
    Orang dengan bakat seperti ini memimliki kepekaan untuk memahami kebutuhan orang lain, memperhatikan perbedaan antar individu, mudah menjalin bekerja sama, serta mengembangkan empati terhadap kesulitan orang lain. Potensi yang tinggi pada kecerdasan ini akan mempermudah seseorang berinteraksi dengan berbagai orang yang memiliki latar belakang berbeda.
  8. Kecerdasan Intrapersonal
    Orang dengan bakat kecerdasan intrapersonal memiliki kemampuan inherent untuk melakukan refleksi diri dalam rangka memahami alur perasaan, ide, dan tujuan pribadi. Ia mampu mengambil perbandingan ketika mengamati diri-sendiri seperti orang lain mengamti dirinya. Potensi yang tinggi pada kecerdasan ini akan membantu seseorang berinteraksi dengan dirinya-sendiri sehingga muncul pemahaman tentang tujuan hidupnya. Hal itu akan membantunya dalam mengontrol arah dan mengarahkan dirinya-sendiri.

Untuk konsultasi Training Motivasi Di Malang, Outbound di Malang, Wisata Malang, Outbound di songa, Rafting di Songa Pasuruan, rafting di Kasembon, travel di Malang dan Hotel di Malang Jawa Timur yang sesuai dengan kebutuhan tim Anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut:

1. Jl. Jati Murni Dalam No 26 Pejaten Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Mobile: 081 334 664 876

2. Jl. Ketintang 2/18 D Surabaya
Mobile: 0878 599 338 62

3. Jl.Bhima Sakti 16 Malang
No. Telp.  : (0341) 582 032 / (0341) 5425754
Mobile: 0858 5549 4440

Pin BB: 22D90C87

Email dan YM:  tips_indonesia2020@yahoo.co.id

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *