Interpretasi mengenai kecenderungan watak (traits) lebih mengarah pada gaya bekerja otak berdasarkan dominasi belahan otak tersebut. Disini, apakah seseorang lebih responsive pada belahan otak kanan atau belahan otak kiri.

Seperti yang telah kita ketahui, kerja otak bersifat lateral: otak kiri lebih bersifat objektif, linear, structural, factual, dan sintesis. Sementara itu, cara bekerja otak kanan lebih bersifat subjektif, acak, fleksibel, konseptual, dan global.

Perhitungan distribusi nilai pada kedua belahan otak tersebut dapat diinterpretasikan secara psikologis, berdasarkan hal berikut.

  1. Teori Kepribadian DISC
    Dengan teori ini, kepribadian seseorang dapat diklasifikasikan berdasarkan empat factor, yaitu dominant, interpersonal, steadiness, dan conscientious.

tes sidik jari, www.tips-indonesia.com, 085755059965

  • Dominant

Merupakan cara pandang terhadap eksistensi diri.

  • Interpersonal

Merupakan cara pandang terhadap tata hubungan dengan orang lain.

  • Steadyness

Merupakan cara pandang terhadap kemapanan dan kenyamanan.

  • Conscientious

Merupakan cara pandang terhadap ketepatan dalam bertindak.

2. Teori Kepribadian MBTI
Dengan teori ini, seseorang dapat diklasifikasikan ke dalam empat preferensi dasar (Index), yaitu  berdasarkan teori Jung mengenai persepsi, thingking, judgment, dan sikap yang ditunjukkan oleh setiap individu dengan type yang berbeda.

tes sidik jari, www.tips-indonesia.com, 085755059965

MBTI merupakan peta psikologis yang bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan, yaitu sebagai berikut.

  1. Extraversion vs Intraversion (EI)
    Index EI merefleksikan apakah seseorang itu extrovert (E) atau introvert (I). Tipe E berorientasi pada dunia luar; jadi orang-orang lain dan benda-benda. Sebaliknya, tipe I berorientasi pada dunia dalam cenderung lebih fokus pada persepsi dan judgment tentang konsep-konsep dan ide-ide.
  2. Sensing vs Intuition (SN)
    Index SN merefleksikan seseorang pada dua cara yang bertolak belakang dalam memersepsikan sesuatu. Tipe S (sensing) lebih mengandalkan proses persepsi kenyataan, data dan kejadian yang dapat diobservasi dengan pancaindra. Tipe N (intuition) memiliki persepsi secara holistic abstrak dengan mencari keterkaitan informasi berdasarkan kemungkinan-kemungkinan yang melewati batasan kesadaran yang konkret.
  3. Thinking vs Feeling (TF)
    Index TF menggambarkan tentang dua cara judgment yang kontras. Tipe pemikiran (T) memutuskan sesuatu berdasarkan konsekuensi logis yangtidak melibatkan perasaannya. Tipe pemikiran (F) lebih mengandalkan subjektivitas nilai-nilai pribadi dan sosial ketika mengambil keputusan.
  4. Judgment vs Persepsi (JP)
    Index JP menggambarkan proses yang dilakukan seseorang ketika berhadapan dengan dunia luar. Ada orang yang memilih menggunakan kemampuan judgment-nya (thingking atau feeling) ketika berhadapan dengan dunia luar (J). Ada orang yang lebih cenderung menggunakan proses persepsinya (Baik S atau N) ketika berhubungan dengan dunia luar (P).

Untuk konsultasi Training Motivasi Di Malang, Outbound di Malang, Wisata Malang, Outbound di songa, Rafting di Songa Pasuruan, rafting di Kasembon, travel di Malang dan Hotel di Malang Jawa Timur yang sesuai dengan kebutuhan tim Anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut:

1. Jl. Jati Murni Dalam No 26 Pejaten Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Mobile: 081 287 000 995

2. Perum Deltasari Indah Blok AY – 28 Waru Surabaya

Mobile: 085 755 059 965

3. Jl.Bhima Sakti 16 Malang

No. Telp.  : (0341) 582 032 / (0341) 5425754

Pin BB: 22D90C87

Email dan YM: indonesia.tips@gmail.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *